Site Loader
mengetahui syarat pengajuan kpr / kredit pemilikan rumah

Memiliki rumah sendiri memang impian bagi setiap orang. Namun apakah Anda tahu ada istilah kredit kepemilikan rumah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Kredit Pemilikan Rumah? 

Biasa disingkat dengan KPR, kredit rumah ini merupakan sebuah pinjaman untuk seseorang yang digunakan untuk membeli atau memperbaiki rumah dengan cara kredit. 

Bukan hanya rumah, fasilitas kredit ini juga bisa digunakan untuk ruko, gedung, atau properti lain. Namun tetap dengan membayar bunga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Untuk mengajukan kredit rumah ini juga harus mengalami beberapa tahap, contohnya bank akan mengecek histori kredit Anda terlebih dahulu. Jika Anda memiliki pengalaman kredit dengan cicilan yang lancar dan sudah lunas, maka peminjam akan dengan senang hati memberikan dana.

KPR juga memiliki dua jenis, yaitu :

  • KPR Subsidi 

Kredit ini dikhususkan untuk masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah. Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan meringankan masyarakat untuk memiliki rumah atau memperbaiki rumah.

Tidak semua masyarakat bisa mengajukan kredit subsidi ini karena telah diatur langsung oleh pemerintah.

  • KPR Non-subsidi

Kredit ini diperbolehkan untuk seluruh masyarakat. Ketentuan besar kecilnya bunga juga bergantung pada bank yang Anda ajukan untuk melakukan kredit.

Syarat Kredit Pemilikan Rumah

Pada umumnya persyaratan yang diberlakukan oleh bank relatif sama. Ada beberapa lampiran yang harus Anda miliki, yaitu :

  • KTP dan Kartu Keluarga

Hal ini untuk membuktikan bahwa Anda sudah berusia lebih dari 17 tahun dan merupakan warga negara Indonesia. Jika Anda sudah menikah, bisa menggunakan salah satu KTP dari anggota keluarga. 

  • Keterangan Penghasilan 

Ditujukan untuk bahan pertimbangan atau mengetahui apakah Anda sanggup untuk membayar angsuran kredit.

  • Laporan Keuangan

 Laporan ini dikhususkan untuk para wiraswasta.

  • NPWP Pribadi

Data ini digunakan jika Anda mengajukan pinjaman kredit di atas Rp. 100 juta.

  • SPT PPh Pribadi

Data ini digunakan jika Anda mengajukan pinjaman kredit di atas Rp. 50 juta.

  • Salinan Sertifikat Induk dan atau Pecahan

Data ini digunakan bila Anda membelinya dari developer.

  • Salinan sertifikat

Data ini digunakan bila Anda meminjamkannya secara perorangan atau pribadi.

  • Salinan IMB dan Biaya Proses KPR

Fasilitas KPR sebenarnya juga memiliki biaya. Seperti biaya notaris, asuransi, appraisal, dan beberapa biaya lainnya.

Beberapa metode perhitungan bunga untuk kredit kepemilikan rumah adalah :

  • Efektif
  • Flat
  • Anuitas (tahunan dan bulanan)

Metode perhitungan yang biasanya sering digunakan adalah bunga efektif dan anuitas. Peminjam hanya perlu menggunakan uang muka dan mencicil dengan waktu jangka panjang dan tidak memberatkan.

KPR selalu menjadi solusi terbaik untuk memiliki rumah. Walaupun terdapat bunga yang dapat memberatkan biaya untuk Anda. Maka perencanaan yang matang adalah solusi yang baik sebelum mengajukan kredit kepemilikan rumah.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *