Site Loader
Ilustrasi seseorang mendapatkan conversational commerce

conversational commerce merupakan sebuah istilah yang diciptakan oleh Chris Messina yang berasal dari perusahaan Uber pada tahun 2015. Conversational commerce artinya konsumen bisa melakukan percakapan langsung dengan costumer service baik itu untuk meminta bantuan, mendapat rekomendasi pribadi, mengajukan pertanyaan, bahkan membaca ulasan. Semua hal tersebut bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan mengklik satu tombol yang ada pada perangkat mobile. Satu tombol tersebut juga sudah terhubung dengan aplikasi chatting/percakapan. 

Conversational commerce di Indonesia 

Sebenarnya conversational commerce bukanlah hal baru di Indonesia. Conversational commerce atau yang disingkat dengan C-commerce ini memang memanfaatkan peran percakapan. Banyak perusahaan yang sudah mulai melakukan percakapan dengan para pelanggannya. Salah satunya yang cukup mendominasi yaitu dengan adanya aplikasi chatting. 

Di Indonesia sendiri, banyak orang yang menyukai aplikasi chatting dibanding aplikasi yang lainnya. Dengan chatting tersebut nantinya bisa digunakan chat untuk kepentingan pribadi ataupun bisnis. Dengan chatting itulah, anda bisa melakukan percakapan dengan siapa saja terkait bisnis anda. Tentu hal ini lebih efektif untuk lebih dekat dengan konsumen. Tidak hanya itu, kenyamanan berkomunikasi juga akan tercipta dengan konsumen. Informasi terkait penjelasan produk ataupun jika terdapat diskon juga bisa diketahui dengan mudah oleh para pelanggan. 

Melalui percakapan, setiap perusahaan ataupun brand akan mampu membangun hubungan baik dengan pelanggan. Tidak hanya itu, penawaran produk dan layanan juga bisa dilakukan dengan baik, mudah, dan cepat. mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia sendiri yang gemar menggunakan aplikasi chatting, maka conversational commerce ini tentu sangat efektif. Dengan adanya aplikasi chatting, konsumen tidak perlu lagi sering membuka website. Jika konsumen merasa mudah, maka ia pun akan mudah juga untuk melakukan pemesanan terkait produk/jasa yang anda tawarkan. Tidak hanya itu, anda serta konsumen juga bisa membaca ulasan dari konsumen lain sehingga konsumen baru anda akan lebih yakin sebelum melakukan transaksi. Itu artinya, konsumen akan mudah melakukan pembelian tanpa harus melalui proses panjang sehingga jarak antara prospek dan pembelian menjadi lebih pendek.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *